Royal Golden Eagle Membekali Petani Kelapa Sawit Dengan Alternatif Penghasilan

Mecialis – Ada banyak hal yang menjadi tugas dan target dari RGE yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto. Selain menciptakan lapangan kerja baru yang potensial untuk masyarakat, Sukanto Tanoto juga mencanangkan keinginan untuk meningkatkan pendapatan perkapita penduduk di daerah tempat berdirinya usaha tersebut.

Menurutnya, jika penghasilan penduduk mengalami peningkatan maka kesenjangan yang timpang dapat dikurangi dan tentunya masyarakat dapat memenuhi kebutuhan secara layak tanpa perlu terombang – ambing di negaranya sendiri. Salah satunya sudah Sukanto Tanoto terapkan pada salah satu perusahaan dibawah naungan RGE yaitu Asian Agri yang menjalankan bisnis kelapa sawit. Kini petani kelapa sawit sudah dibekali dengan alternatif penghasilan yang layak sehingga tentunya dapat membuat petani dapat hidup secara layak dibawah naungan RGE tanpa perlu bingung mau menjual hasil panennya kemana.

Alternatif Penghasilan Untuk Petani Kelapa Sawit Royal Golden Eagle

Asian Agri merupakan salah satu anak perusahaan dari RGE yang kini berkecimpung didalam bidang industri kelapa sawit. Asian Agri tak pernah ragu menjalin kerja sama dengan para petani swadaya. Bahkan sampai saat ini hubungan yang saling menguntungkan sudah berkembang dan semakin lama tentu semakin menguat.

Satu hal yang Anda juga harus tahu bahwa selain terdapat petani swadaya juga sering kita tahu terdapat juga petani plasma. Petani plasma ini merupakan para petani yang secara independen bekerja tanpa ikatan dengan pihak lain atau dalam artian mereka bisa mengolah lahannya sendiri dan bebas menentukan kemana penjualan hasil pertanian mereka akan dilakukan. Hanya saja karena semua dilakukan secara mandiri, produktivitas hasil kebun para petani swadaya cenderung lebih rendah karena mereka mengalami modal yang minim dan kurangnya pengetahuan tentang tata kelola kebun. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar Royal Golden Eagle menjalin suatu langkah kerjasama dengan bentuk pendampingan petani swadaya. Sistem kemitraan kemudian berlangsung.

Mirip dengan relasi, RGE bertindak sebagai mitra yang akan memberikan usaha pendampingan kepada para petani swadaya. Mereka memberikan bibit kelapa sawit dengan kualitas terbaik untuk para petani swadaya. Kemudian Royal Golden Eagle melengkapinya dengan upaya pendampingan pengelolaan kebun yang baik. RGE juga akhirnya berusaha mengerahkan tim riset dan pengembangan terbaiknya untuk melakukan pendampingan kepada para petani swadaya. Kepedulian atas kelestarian alam dan pada petani menjadikan inisiatif tersebut segera diambil oleh RGE. Sama halnya juga dengan anak perusahaan dari RGE yang lain, mereka diwajibkan untuk ikut menjaga keseimbangan iklim dalam setiap operasional perusahaan. Arahan kerja terkait dengan lingkungan akhirnya turut dilakukan para petani swadaya sebagai bentuk dan upaya pendampingan.

Hal ini dilakukan agar petani tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan. Karena patut disadari sebelum kemitraan dari RGE berjalan secara normal, pernah terjadi hal buruk pada tanah atau lahan pertanian. Petani dulunya sering mengompensasi dengan membuka sebuah lahan baru yang memiliki dua konsekuensi buruk. Konsekuensi pertama akan ada area hutan yang dibabat sehingga semakin berkurang sementara yang kedua dengan metode pembakaran oleh beberapa dalam pembukaan lahan hal ini kemudian memicu munculnya kebakaran lahan dan hutan. RGE dalam hal ini berusaha untuk mengantisipasi semua kemungkinan terburuk tidak akan terjadi kepada para petani dibawah naungannya sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan yang layak tanpa adanya pihak yang tidak diuntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *